Proyekku Menunjukkan Tanda-tanda Kehidupan!

Sekitar 2 tahun lalu, pengen banget jadi model untuk fashion Batik! Sampe rela ga dibayar, demi supaya jadi model untuk catalog Batik. Iya, mungkin orang akan bilang bodoh, tapi ga peduli! Yang penting sudah usaha. Kemungkinan jadi model Batik kayanya makin mengecil dan hampir tidak mungkin.

Sekitar bulan Oktober, aku dapat tawaran untuk model Batik. Sayangnya, setelah itu, hilang ngga ada kabar. Yah, ngga jadi lagi deh model buat Batiknya. Tapi, kejadian ini ngga buat aku menyerah gitu aja, masih tetap berharap, walaupun ngga tau lagi gimana caranya, keinginan itu, tetap ada dalam hati. Akhir Oktober, dihubungi lagi sama yang ngasih tawaran waktu itu, dan jadi! Iya, awal November 2013 kemarin, aku jadi model untuk batiknya. Senang!

Lalu, ada lagi nih yang menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Awal tahun lalu, dapat proyek untuk ngerjain pabrik orang. Girang! Seiring berjalannya waktu, mungkin sudah jalan sekitar 20%, proyeknya harus ditunda. Sedih sih, apalagi kelihatannya kemungkinan besar, proyek ini hampir ga jadi. Hanya, aku ga pernah bener-bener lupa tentang proyek itu, ya, sama seperti impian untuk jadi model Batik, impian dan harapan itu masih duduk manis. Mulai dari kabar proyek ditunda, sampe akhir Oktober kemarin, impian dan harapan untuk design pabrik masih ada, walaupun ngga tau gimana cara wujudinnya. Kan ngga ada tanda-tanda kehidupan lagi tentang proyek pabrik ini. Lalu, awal November, orang yang punya proyek, hubungi aku lagi, untuk liat lapangan. Wah! Girang donk! Sayangnya, ngga bisa berangkat minggu itu juga, harus tertunda, dan sempet bikin aku agak sedih (lagi), tapi bukan menyerah. Lalu, hari ini, Senin, 4 Nov 2013, aku dihubungi lagi sama yang punya proyek, diundang untuk visit ke lapangan. Girang sekali! Sejak dapet kabar, sampe sekarang nulis ini, senyum-senyum ga selesai. Proyekku menunjukkan tanda-tanda kehidupan lagi, yay!

Banyak hal-hal yang terjadi, yang aku pikir sudah tidak mungkin terwujud, kalau ngeliat keadaan sekarang ini, justru pada saat aku tetap memiliki harapan itu, tapi seperti tidak mungkin, di saat itulah dibukakan jalan oleh Sang Esa, luar biasa! Sekarang aku ngerti apa yang dimaksud “tetap punya harapan saat segala sesuatu terlihat tidak mungkin”.

Kayanya ini juga yang disebut Siste Gigi Kenney “keras kepala secara positif”, hehe.

Have a nice evening! 🙂

Advertisements

Belajar Santai

Hari ini aku belajar untuk bersantai dan tidak bekerja di Hari Minggu, ternyata tidak mudah, malah bikin stress seharian tidak mengerjakan hal-hal yang berhubungan sama pekerjaan.

Seharusnya enak bisa santai, tapi ngga. Sepertinya sudah mulai masuk ke tahap workaholic ringan. Aku menggunakan pekerjaan sebagai pelarian dan sesuatu yang dapat membuatku merasa berharga. Alih-alih berharga, malah stress. Rasanya seluruh dunia ada di atas pundakku. Bingung harus mulai dari mana dan mana yang harus diselesaikan lebih dulu.

Biasanya hari Minggu digunakan untuk bekerja, hari Sabtu digunakan untuk menghabiskan waktu dengan keluarga. Me time? Hampir bisa dikatakan tidak ada. Me time buat aku adalah waktu-waktu kerja di coffee shop. Seringkali aku merasa bersalah kalau harus bersenang-senang, seperti nonton film di bisokop & hang out dengan teman-teman. Untuk menghilangkan rasa bersalah itu, aku nonton film di bioskop dengan alasan untuk menulis review film. Pergi ke coffee shop, untuk melanjutkan pekerjaan, sambil bersantai dan melepaskan diri dari kepenatan. Bertemu teman karena ada keperluan interview untuk artikel yang akan ditulis. Ah!

Tadi siang, sempat coba buat selesaiin satu pekerjaan di rumah, bukannya selesai malah jadi ribut sama mami.

Kata Pak Idris Jala, hormati Hari Sabat, jadi Hari Minggu itu waktunya santai!

One Calendar

for UrbanWomen.org Januari 2013

dezeen_One-by-Yong-Jeong_ss_1

One Calendar, Sumber: Dezeen.com

Happy New Year 2013! Saatnya ganti calendar baru! Buat yang mau punya calendar baru sekalian mempercantik ruangan, One Calendar! Ga perlu ganti setiap tahun.

 dezeen_One-by-Yong-Jeong_5 One Calendar, Sumber: Dezeen.com

 Terdiri dari 3 buah lingkaran magnetic berukuran besar, sedang dan kecil. Lingkaran besar dibagi menjadi 31 bagian untuk tanggal, 1 s/d 31. Lingkaran sedang dibagi menjadi 12 bagian untuk bulan, dari angka 1 s/d 12. Sedangkan lingkaran yang paling kecil dibagi menjadi 7 bagian untuk nama hari dari Senin (Mon) s/d Minggu (Sun). Jeong Yong, graphic designer yang berasal dari Korea Selatan, menjelaskan bahwa lingkaran besar (tanggal) dan sedang (bulan) dibuat berdasarkan solar & lunar cycle, sementara lingkaran kecil (nama hari) dibuat berdasarkan pembagian waktu yang diciptakan oleh manusia. “Lingkaran yang paling kecil dengan 7 bagian mewakili orang yang menciptakan 7 hari dalam seminggu,” kata Jeong Yong.

Mau? Bisa langsung buat sendiri, karena Jeong Yong, designer dari Korea ini juga memberitahukan cara pembuatannya secara garis besar, yaitu dengan meletakkan magnet di belakang setiap bagian (angka tanggal/angka bulan/nama hari) supaya setiap ring bisa nempel.

dezeen_One-by-Yong-Jeong_6 One Calendar, Sumber: Dezeen.com

 @grcyrn

White Lie

for UrbanWoman.org

unpleasant-truths-comforting-lies

Berbohong untuk kebaikan, sebagian orang menganggap sah, agar tidak ada pihak yang dirugikan, sebagian orang lagi menganggap bohong ya bohong, entah untuk alasan apa pun. Orang paling jujur sedunia pun pasti pernah melakukan hal ini, sadar ngga sadar. Bagaimana jika UrbanWoman yang menjadi korban white lie? Muncul perasaan marah dan kecewa karena sudah dibohongi, berbagai prasangka muncul, kemudian bisa jadi merusak hubungan baik dengan orang tersebut.

White lie atau berbohong untuk kebaikan, istilah inisudah digunakan paling tidak sejak tahun 1700an. Pertama kali muncul tahun 1741 di Oxford English Dictionary, saat pertentangan antara white lie dan black lie diuji. Mengapa menggunakan warna putih untuk menunjukkan kebohongan yang dianggap ‘lebih baik’dibandingkan kejujuran? Putih selalu menjadi warna untuk kepolosan, keadilan, kebaikan dan kemurnian. Istilah white lie dirasa lebih tepat untuk memisahkannya dari ‘kebohongan yang sebenarnya’ yang dianggap kejam, jahat, menyakitkan dan berbahaya.

KENAPA MELAKUKAN WHITE LIE?

when-women-say-they-will-be-ready-in-5-minutes-1352196112

Tujuan utama white lie adalah supaya tidak ada pihak yang tersakiti sehingga hubungan baik tetap terjalin, lalu mengapa seseorang tetap melakukan white lie? Berikut beberapa white lie yang sering dilakukan dan alasannya:

  1. Bukan saya! – Karena tidak ingin memperpanjang masalah dan terlibat lebih jauh.
  2. 5 menit lagi! – Padahal sebenarnya masih lama, tapi karena ngga enak sama yang nungguin jadi bilangnya 5 menit lagi
  3. Oh, iya sih. – Karena malas berdebat lebih lanjut.
  4. Terima kasih! Suka deh sama hadiahnya! – Ngga enak kalau terus terang bilang ngga suka sama hadiahnya
  5. Iya, bajunya bagus. – Bajunya yang bagus, bukan berarti kamu cocok pakai baju itu lho J
  6. Oh, Saya ngga liat  ada rambu itu Pak! – Pura-pura tidak lihat rambu lalu lintas tersebut rasanya lebih baik daripada ngaku terus terang sengaja melanggar karena akan terkesan arogan.
  7. Iya, sebentar lagi mau ngerjain yang itu!Ngga enak kalau terus terang bilang, masih harus ngerjain 10 hal lain sebelum ngerjain kamu punya.
  8. Iya, tadi malem Saya sama dia. – That’s what friends do, tujuannya untuk menyelamatkan teman, iya dulu, baru nanti tanya langsung ke orangnya,  “Tadi malem ke mana?” ;p
  9. eMail-nya udah dikirim koq. – Padahal sebenarnya lupa kirim atau karena ada hal lain yang dianggap lebih penting jadinya tertunda terus, dan pada saat ditanyakan, baru langsung dikirim deh emailnya.

 

BAIKNYA?

believe-lie-text-Favim.com-187499

Sumber: Splendid.Blogspot.com

1.       White Lie Can Save One’s Life, Giving People Hope For The Future.

Kisah nyata tentang seorang ibu yang menderita gagal ginjal dan akan segera meninggal jika tidak mendapatkan donor ginjal yang tepat. Anak tertuanya ingin mendonorkan ginjalnya, namun dilarang karena sang ibu sangat mencintai anaknya ini, sehingga lebih memilih meninggal daripada harus menyusahkan anaknya. Jadi yang dapat dilakukan saat itu adalah menunggu hingga ada pendonor ginjal yang tepat. Sayangnya, setelah menunggu sekian lama, tetap tidak mendapatkan ginjal yang tepat, padahal keadaan sang ibu semakin parah. Anak tertuanya, tidak bisa tinggal diam, dan memutuskan mendonorkan ginjalnya untuk sang ibu diam-diam. Setelah operasi sukses, keluarga tetap tidak mengatakan bahwa ginjal tersebut berasal dari anaknya yang saat itu terbaring di kamar sebelah sang ibu. Saat sang ibu ingin bertemu anaknya, keluarga mengatakan bahwa anaknya sedang melakukan perjalanan bisnis. Kenyataannya, sang ibu berhasil dikelabui anak dan seluruh keluarganya, sehingga sang ibu bisa tetap hidup.

2.      Magical Power Of White Lie

White lie dapat menginspirasi seseorang untuk tidak menyerah dan terus berusaha mewujudkan impian mereka. Sehingga orang tersebut memiliki semangat dan kehidupan mereka menjadi semakin baik. Berikut kisah nyata lainnya yang menunjukkan bahwa white lie dapat membuat seseorang memiliki semangat untuk mewujudkan impiannya.

Seorang pelajar tidak mampu melakukan lari jarak jauh, namun diberitahukan bahwa ia berlari lebih cepat dari pelajar lainnya. Selain itu, juga diberitahukan bahwa ia memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam beberapa pertandingan penting untuk mewakili sekolahnya. Agar dapat mewujudkannya, yang diperlukan adalah berlatih keras. Gurunya tersebut melakukan white lie agar si pelajar bersemangat. Pelajar tersebut sangat semangat setelah mendengar kata-kata gurunya. Sejak saat itu, pelajar ini jadi sangat menyukai lari jarak jauh dan berlatih setiap hari. Yang mengejutkan semua orang, pelajar tersebut terpilih sebagai wakil dari sekolahnya untuk berpartisipasi dalam sebuah kompetisi penting antar sekolah.

3.      White Lies Make Life Harmonious

Pada saat orang tua memiliki perasaan yang tidak enak atau sedang bertengkar dengan pasangannya (suami/istri), mereka akan menutupi hal ini dari anak-anaknya, agar kehidupan anak-anaknya tidak terganggu dan khawatir dengan pertengkaran kedua orangtuanya.

 

BURUKNYA?

Liar!

Sumber: FreshElement.com

1. Dicap Pembohong

Dengan tujuan apa pun, bohon adalah bohong, ada kebenaran yang disembunyikan, tidak mengatakan yang sebenarnya. Sekali tertangkap berbohong, walaupun maksudnya berbohong untuk kebaikkan, akan sulit bagi orang lain untuk bisa mempercayai lagi, malah bisa dicap sebagai pembohong seumur hidup. Karena nila setitik rusak susu sebelangga.

2.      Stress

Sekali berbohong, berarti akan ada hal lain yang harus ditutupi dengen kebohongan berikutnya, supaya kebohongan sebelumnya ngga ketauan. Diperlukan ingatan yang sangat baik, supaya tidak ada yang tau bahwa sedang berbohong. Lama-lama, hidup cuma dipake buat nginget, “waktu itubohong apa yah?” untuk menjaga kebohongan-kebohongan supaya tidak ketauan. Capek? Pasti. Serapat-rapatnya ikan busuk ditutupi, pasti akan tercium juga baunya.

3. Memberikan Harapan Palsu, Lebih Menyakitkan

Sederhananya, UrbanWoman sedang memerlukan komentar jujur tentang penampilan untuk menghadiri pesta pernikahan seorang sahabat, sehingga memerlukan pendapat pasangan. UrbanWoman terlihat terlalu exciting dengan penampilan saat itu. Hal ini membuat pasangan tidak mau mengeluarkan komentar sebenarnya yang membuat down dengan mengatakan, “Penampilan kamu buruk,” sehingga pasangan hanya mengatakan, “Kamu luar biasa! (luar biasa aneh maksudnya:p)” Saat tiba di pesta pernikahan, semua mata memandang, bukan karena penampilan yang luar biasa cantik, tapi luar biasa aneh. Bagaimana perasaan UrbanWoman jika berada dalam situasi tersebut?

4. Masalah Kesehatan

Pada temuan awal para peneliti dari University of Notre Dame yang meneliti 110 peserta dengan rentang usia 18 s/d 71 tahun, pria dan wanita, terdiri dari beberapa etnis dengan berbagai tingkat pendapatan, mereka diminta untuk berhenti mengatakan kebohongan baik besar maupun kecil selama 10 minggu. Control Group tidak diberikan instruksi apa pun tentang berbohong. Sementara pada No-lie Group, mereka diminta untuk 3x lebih sedikit mengatakan white lie dibanding minggu-minggu lainnya, hasilnya keluhan-keluhan mereka akan sakit kepala, sakit tenggorokkan, ketegangan, kecemasan dan masalah-masalah lainnya lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang berada di Control Group.

“Bukti terbaru menunjukkan bahwa rata-rata orang Amerika berbohong sekitar 11 kali per minggu,” tutur peneliti utama Anita E. Kelly pada press release terbaru. “Kami menemukan bahwa para peserta dapat dengan sengaja dan dramatis mengurangi kebohongan mereka setiap hari, dan hal ini berhubungan dengan kesehatan mereka yang meningkat secara siginifikan.” Sumber: NYDailyNews.com

Jadi, hubungan antara kebohongan dengan kesehatan yang buruk terlihat jelas. Mengatakan lebih sedikit kebohongan dalam seminggu sama baiknya dengan memakan sepiring penuh makanan sehat dan antioxidant!

 

Setelah mengetahui penyebab, baik dan buruknya white lie, berikut beberapa pernyataan untuk ditanggapi dengan ‘Setuju’ atau ‘Tidak’:

  1. Seorang atlet sedang persiapan bertanding di Olimpiade. Sementara itu, ayahnya meninggal tiba-tiba. Keluarganya memutuskan untuk memberitahukan berita duka ini setelah si atlet menyelesaikan pertandingannya. Saat berbicara di telephone, si atlet ingin berbicara dengan ayahnya, sang kakak mengatakan bahwa ayahnya sedang tidur. Setuju/Tidak?
  2. Seorang wanita sedang tugas ke luar negri bersama dengan rekan kerja prianya. Mereka melakukan hubungan sexual, dan segera menyadari bahwa tindakan tersebut salah besar. Tunangan si wanita sadar ada yang tidak beres, kemudian bertanya kepada si wanita apakah terjadi sesuatu selama mereka dinas ke luar kota. Karena tidak ingin menyakiti perasaan tunangannya, si wanita menjawab tidak. Setuju/tidak?
  3. Sedang mengalami hari yang buruk dan tidak ingin membahasnya. Seorang kenalan menanyakan kabar, lalu dijawab, “baik” kemudian mengganti topik pembicaraan. Setuju/tidak?
  4. Oma memberikan hadiah buku kepada Billy di hari ulang tahunnya. Billy lebih menyukai mainan dibandingkan buku. Ibu Billy mengajarkan untuk bersikap sopan dengan mengatakan. “Terima kasih Oma, bukunya keren!” Setuju/Tidak?
  5. Pada saat bertamu ke rumah seseorang disajikan champagne yang tidak dingin dan kue kering melempem. Namun demikian, tamu tersebut mengatakan, “Terima kasih, hidangannya enak”. Setuju/Tidak?
  6. Seseorang mengiyakan undangan makan malam dengan temannya, namun kemudian membatalkannya dengan alasan sakit sehingga tidak bisa datang. Padahal sebenarnya ingin melakukan sesuatu yang lebih menarik. Setuju/Tidak?
  7. Terlambat hadir di meeting dengan alasan susah cari taksi, padahal sebenarnya terlalu lama ngobrol dengan seorang teman. Setuju/Tidak?

aaa

Sumber: http://blog.lib.umn.edu

Kebanyakan orang akan berkata, “Gapapa deh bohong demi kebaikan, daripada malah jadi makin rumit.” Yuk simak pembahasan dari nomor 1 s/d 7 🙂

  1. Berbohong tentang kematian seseorang sangat tidak disarankan, karena kematian adalah hal serius. Tujuan keluarganya memang baik, agar si atlet bisa konsentrasi dengan pertandingannya, tapi caranya salah. Bagaimana jika si atlet tidak memenangkan pertandingan? Atau justru ingin mempersembahkan kemenangannya ini untuk sang ayah? Bayangkan betapa kecewa, sedih dan mungkin marah pada saat si atlet mengetahui bahwa ternyata ayahnya sudah meninggal pada saat dirinya sedang melakukan persiapan pertandingan.
  2. Berbohong tentang ketidaksetiaan tidak dapat dikatakan sebagai white lie. Tujuan si wanita adalah untuk menjaga perasaan tunangannya, sekaligus takut pertunangannya akan putus. Bagaimana perasaan tunagannya jika akhirnya mengetahui bahwa pasangannya pernah selingkuh? Sebelum berbohong, posisikan diri UrbanWoman di posisi orang yang akan dibohongi dan coba bayangkan apa rekasi dari orang yang dibohongi tersebut.
  3. Bisa jadi, pertanyaan “Apa kabar?” tersebut hanya pertanyaan basa-basi, jadi sebenarnya bisa saja menjawab “Baik”, karena hari yang buruk bukan berarti seluruh diri Anda buruk bukan? Lagipula, biasanya pertanyaan “apa kabar” tidak memerlukan jawaban yang lengkap. Konsekuensi dari menjawab “Baik”, berarti jangan mengharapkan orang tersebut akan memberikan perhatian lebih terhadap kondisi UrbanWoman yang sedang tidak baik.
  4. Me-respond pemberian yang tidak disukai? Sebenarnya, dengan menjawab, “Terima kasih Oma”, sudah cukup. Tambahan, “Bukunya keren!” bisa jadi, kedepannya Oma akan memberikan hadiah berupa buku lagi.
  5. Untuk hidangan yang dianggap kurang layak, cukup dengan mengatakan “Terima kasih atas hidangannya”, selesai, jadi tidak harus berbohong.
  6. Sebelum membatalkan janji dengan seseorang, pertimbangkan juga perasaannya saat itu, posisikan diri UrbanWoman sebagai orang yang mengundang, bagaimana rasanya jika sudah menyiapkan segala sesuatu, tiba-tiba dibatalkan. Memberikan alasan sakit untuk tidak menghadiri undangan makan malam tersebut mungkin lebih baik daripada mengatakan bahwa UrbanWoman lebih tertarik untuk melakukan hal lain. Tapi coba bayangkan, jika ternyata teman tersebut mengetahui bahwa UrbanWoman sebenarnya tidak sakit, tapi sedang melakukan kegiatan lain yang dianggap lebih menarik. Pasti teman UrbanWoman akan merasa sedih dan kecewa, selanjutnya, UrbanWoman bisa dicap sebagai pembohong, buruk-buruknya, kejadian ini akan diceritakan ke orang lain dan mungkin ditambah dengan ‘bumbu penyedap’.
  7. Terlambat menghadiri meeting memang sering terjadi, kemudian memberikan alasan susah cari taksi, jalanan macet atau kendaraan mogok. Tapi, kenapa harus bohong, seharusnya, jika sudah tau ada meeting, dapat mengatur waktu lebih baik lagi.

Pernyataan-pernyataan di atas merupakan kejadian-kejadian yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Memberikan jawaban atau pernyataan yang tepat tanpa harus berbohong tapi tetap bisa menjaga hubungan baik dengan orang lain merupakan hal penting, tapi tentunya jawaban yang diberikan juga harus diikuti dengan tindakan yang tepat, agar selaras dengan tindakan.

 

Seorang teman, Wanda, sudah menjalin hubungan dengan seorang pria sekitar 2 tahun dan sudah merencanakan pernikahan. Selama 2 tahun tersebut, setiap kali bertemu, handphone si pria pasti mati total, karena ingin menjaga privasi sebagai pasangan. Wanda seneng banget, karena artinya pasangannya tersebut benar-benar ingin memiliki quality time untuk hubungan tersebut. Suatu saat, si pria salah kirim pesan yang isinya sex chat. Dari situ Wanda tau bahwa ternyata alasan si pria mematikan total HPnya, bukan karena ingin memiliki quality time, tapi supaya Wanda tidak tau pembicaraan apa saja yang terjadi di handphone dan menurut si pria, sah-sah aja sex chat hingga nanti sudah menikah baru have the real sex. Ini merupakan contoh nyata bahwa white lie itu manis di awal namun berakhir tragis.

White lie? Kembali kepada UrbanWoman bagaimana mengatur agar tetap bisa bersikap jujur dan menjaga hubungan baik dengan orang lain.

Underneath a white lie is a black truth. ~Robert D. Dangoor

@grcyrn

Aku Di Sini

Tadi pagi, lagi baca buku, trs ada kalimat menarik yg kira2 bunyinya seperti ini
Saat mendengar suara tawa bayi, berhenti sejenak & dengarkan. Tuhan sedang berbisik dengan lembut, ‘Aku di sini’

Buat aku, suara tawa/tangis bayi, jadi sama aja kaya Tuhan bilang. “Aku di sini”, terus seketika jadi ngerasa lega, krn tau ada Tuhan yang nemenin. Cordially,
•gRc•
Liburan Mewah n Gratis? http://www.bit.ly/GratisLiburan

Facebook: http://www.facebook.com/grcyrn2
Twitter: @GrcYrn
Blog: http://www.grcyrn.wordpress.com
YM: b1ue_unicorn
GSM: +62 818 0840 8855
PIN BB: by request

Impossible” is one of God’s favorite words 😉

Thanks Mam ^^

Habis gantiin popok Reagan, terus kasih susu. Pas kasih susu, tiba-tiba kepikiran, jaman pas dulu bayi, kayanya popok sekali pakai belum ada, berarti mami bener-bener begadang buat gantiin popok & kasih susu, mungkin selang seling antara kasih susu & ganti popok itu 1 jam, berarti harus bangun 1 jam sekali. Tidurnya? Yang pasti kurang dr 1 jam sekali, soalnya stlh ganti popok/kasih susu, biasany ga akan bs langsung tidur, bener kan? Kebayang banget itu perasaan cape, kesel, ngantuk campur aduk. Hebat yah orang tua jaman dl.

Thanks Mam ^^
Cordially,
•gRc•
Liburan Mewah n Gratis? http://www.bit.ly/GratisLiburan

Facebook: http://www.facebook.com/grcyrn2
Twitter: @GrcYrn
Blog: http://www.grcyrn.wordpress.com
YM: b1ue_unicorn
GSM: +62 818 0840 8855
PIN BB: by request

Impossible” is one of God’s favorite words 😉

Kissing Worries Goodbye

Pagi!

Pagi ini, sambil jalan pagi, dengerin lagunya Mandisa yang judulnya Good Morning, mood booster banget! Dari musik & liriknya, ceria & bikin semangat. Apalagi ada 1 frase yang bunyinya “kissing my worries goodbye” jadi makin semangat deh!

Yuk! Kissing worries goodbye! :*
Cordially,
•gRc•
Liburan Mewah n Gratis? http://www.bit.ly/GratisLiburan

Facebook: http://www.facebook.com/grcyrn2
Twitter: @GrcYrn
Blog: http://www.grcyrn.wordpress.com
YM: b1ue_unicorn
GSM: +62 818 0840 8855
PIN BB: by request

Impossible” is one of God’s favorite words 😉