Foto Keluarga

Hari ini, pulang sekolah, tumben-tumbennya ga ada PR yang harus dikerjain. Ternyata, pas cek agenda sekolahnya, disuruh bawa foto keluarga. Nah lho?! Foto keluarga? Gimana cara buatnya? Hmm…

Untuk keluarga normal tradisional (ayah, ibu & anak), mungkin ga ada masalah kalau disuruh bawa foto keluarga. Tapi bagi kami, itu masalah, siapa yang mau pura-pura jadi salah satu orang tua dari bocah kecil ini? Kalau pun ada, nanti malah bikin masalah baru kedepannya.

Si bocah, seneng banget nyiapin pernak-pernik buat hias foto keluarga ini, ngeliat tingkah lakunya, geli sendiri sama ga tega :p

Ya sudah, foto dengan seadanya, papa, mama, adik laki-lakiku, bocah kecil ini dan aku, keluarga juga kan? Keluarga besar :))

Tadi, sekitar jam 9-an, aku nanya ke si bocah kecil, “menurut kamu, kalau foto keluarga, yang ada di situ siapa aja?”, jawaban polosnya, “Papa, Mama, Iip, Gis sama Egy”.

Selulit Oh Selulit

JEJAK putih bergelombang di kulit, alias selulit, kerap menyerang area-area tubuh seperti perut, paha, pantat, atau pangkal lengan. Sebagian orang merasa skeptis selulit dapat dihilangkan. Tapi, sejumlah makanan dipercaya cukup mujarab untuk menangkal atau menyamarkan selulit.

ALPUKAT

Setiap orang, baik yang bertubuh kurus, gemuk, tua, atau pun muda dapat menderita selulit. Namun, penuaan memang cenderung visibilitas selulit akibat berkurangnya elastisitas dan penipisan kulit. Oleh karena itu, cobalah mengonsumsi makanan yang kaya akan asam lemak esensial (EFA), yang dapat membantu menguatkan kulit, membuatnya tetap kenyal dan elastis. Avokad merupakan buah dengan kandungan EFA tinggi dan menyimpan berbagai nutrisi penting lainnya.

JAHE

Salah satu penyebab selulit adalah sirkulasi yang buruk. Menyantap makanan seperti jahe yang berfungsi memperlancar peredaran darah mampu menyamarkan selulit Anda. Selain itu, jahe juga baik untuk detoksifikasi dan memperkuat sistem limfatik sehingga membantu sirkulasi cairan getah bening dan racun yang menumpuk di kantong lemak di bawah kulit, yang berkontribusi terhadap selulit.

ASPARAGUS

Asparagus merupakan jenis makanan lain yang memiliki sifat meningkatkan sirkulasi. Asparagus merupakan penghilang stres mujarab karena memiliki kandungan asam folat tinggi, yang dapat membantu menstabilkan suasana hati yang dirundung stres. Stres berkepanjangan dapat meningkatkan penimbunan lemak di tubuh. Jadi, menambahkan asparagus ke dalam menu diet Anda dapat membantu mengurangi selulit.

MINYAK IKAN

Makanan lain yang baik untuk menjaga kulit supaya tetap berada dalam keadaan prima adalah minyak ikan, yang kaya akan asam lemak omega-3 untuk memperkuat kulit. Sebagai bonus tambahan, asam lemak di dalam minyak ikan juga baik untuk mengurangi peradangan dan meningkatkan sistem kardiovaskular dan limfatik, sehingga menjadikannya pilihan yang baik untuk menangkal selulit.

JUS CRANBERRY

Sistem limfatik yang lambat merupakan salah satu penyebab utama selulit. Untuk mengatasinya, cobalah meningkatkan asupan jus cranberry, yang terkenal dengan kemampuannya untuk membersihkan sistem getah bening. Jus ini membantu mengemulsi timbunan lemak membandel dalam sistem limfatik sehingga lebih mudah dikeluarkan dari tubuh.

Sumber:http://www.kamiwanita.com/468/makanan-pencegah-selulit/

Luka? Kopi Aja! ;)

SIAPA yang tak kenal kopi? Serbuk hitam beraroma khas ini sangat digemari di Indonesia. Tapi tahukah kita kalau kopi tak hanya identik dengan minuman yang begitu nikmat saat diseruput selagi hangat? Selain sebagai pengusir kantuk yang membuat tubuh kembali terasa segar, kopi ternyata mampu diandalkan untuk mengobati luka.

Kopi ternyata sangat efektif dan aman untuk mengatasi berbagai jenis luka! Dari luka besut lantaran terjatuh, luka tergores benda tajam, luka bakar, sampai luka “koreng” yang sudah terinfeksi. Hebatnya lagi, semua usia dapat menggunakannya, termasuk anak-anak ( Uji klinis oleh Dr Hendro Sudjono )

CARA PAKAI

* Taburkan secara merata di atas luka. Cukup tipis saja, tidak perlu terlalu tebal.

* Frekuensi bisa 3x sehari; pagi, siang, dan sore.

* Setelah ditaburi kopi, luka harus tetap kering dan sama sekali tak boleh terkena air. Bila terkena air, luka jadi basah terus-menerus sehingga pengobatan tak berjalan efektif. Jika ingin mandi atau melakukan aktivitas yang bersentuhan dengan air, tutuplah luka dengan rapat.

KONTRAINDIKASI

Satu hal terpenting untuk diperhatikan, apakah anak alergi terhadap kopi atau tidak. Alergi terhadap kopi bisa dilihat dari munculnya warna kemerahan atau gatal-gatal di sekitar area luka. Bila demikian, hentikan pemakaian karena sangat mungkin luka justru akan semakin meluas dan dalam lantaran anak pasti tidak tahan untuk tidak menggaruknya. Tapi kalau anak pernah minum kopi dan tidak ada efek samping yang muncul, seperti mual, pusing atau gatal-gatal, bisa dikatakan dia tidak alergi kopi.

PERIH ATAU TIDAK?

Berbeda dari obat merah yang bisa menimbulkan rasa perih saat diteteskan atau salep yang memunculkan rasa dingin, kopi malah memberikan rasa hangat.

PERLUKAH RESEP DOKTER?

Pemakaian kopi tak memerlukan resep dokter. Kopi bisa langsung ditaburkan di atas luka. Hanya saja, kopinya haruslah kopi robusta yang belum dicampur apa-apa. Kopi tak bermerek ini biasanya dijual di pasar-pasar tradisional yang langsung digiling di tempat. Sebetulnya tuntutan keaslian ini tak lain karena, “Saya belum melakukan penelitian terhadap kopi lain yang bermerek,” kata Hendro. Jadi, bila ingin menggunakan kopi bermerek, boleh-boleh saja namun ia tak menjamin apakah penyembuhan lukanya efektif atau tidak.

BERAPA LAMA LUKA BISA SEMBUH?

Bila lukanya relatif kecil akibat tergores pisau, pengobatannya boleh jadi hanya butuh waktu singkat. Setelah diobati mungkin saja lukanya segera kering dan sembuh. Namun luka yang sama, bisa saja sembuh lebih lama bila setelah diobati lukanya basah terkena air.

Waktu penyembuhan luka juga tergantung pada kondisi luka itu sendiri. Kalau luas/lebar dan cukup dalam tentu butuh beberapa kali pengobatan. Ini berarti bisa makan waktu berhari-hari. Untuk luka yang sudah terinfeksi, pengobatannya tentu butuh waktu lebih lama, bisa berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Pasalnya, butuh waktu khusus untuk membasmi bakteri yang sudah bercokol di luka tadi. Luka yang sudah terinfeksi ini ditandai sebagai luka yang bernanah, sudah lebih luas dari luka awal, dan biasanya disertai adanya jaringan daging yang membusuk. Yang juga makan waktu cukup lama adalah pengobatan luka pada penderita diabetes melitus. Oleh karena itu, tetap barengi pengobatan medis. Luka yang diderita para diabetesi, contohnya, baru akan efektif kalau pengobatan diabetesnya berjalan terus.

Sumber: http://www.kamiwanita.com/398/luka-taburin-kopi-aja-tips-mengobati-luka-dengan-kopi/

9 Kebiasaan Menyegarkan Otak

VIVAnews – Rasa jenuh dengan aktivitas sama setiap harinya dapat menimbulkan depresi. Kebosanan ini juga bisa membuat otak Anda merasa ‘kurang tertantang’. Jika Anda sering mengalami hal ini, jangan diam saja. Lakukan latihan berikut ini yang bisa membuat Anda seperti memiliki otak ‘baru’.

Dorothea Brande, penulis dan editor asal Amerika Serikat yang terkenal dengan bukunya “Wake Up and Live and Becoming a Writer”, menyarankan beberapa latihan mental untuk membuat pikiran Anda jadi lebih tajam. Latihan-latihan dimaksudkan untuk menarik Anda keluar dari kebiasaan dan rutinitas, memberikan Anda perspektif berbeda, serta menempatkan Anda dalam situasi yang membutuhkan akal serta kreativitas dalam memecahkan masalah.

Brande percaya, hanya dengan melakukan pengujian dan peregangan sendiri Anda mengembangkan kekuatan mental. Berikut sembilan latihan yang disarankan oleh Brande yang bisa Anda coba, seperti dikutip dari Divine Caroline.

1. Habiskan satu jam setiap harinya dengan tidak berkata apa-apa. Kecuali, untuk menjawab pertanyaan secara langsung, di tengah-tengah kelompok, tanpa menimbulkan kesan bahwa Anda merajuk atau sakit. Cobalah bersikap sebiasa mungkin.

2. Berpikirlan selama 30 menit setiap hari tentang satu subjek. Mulailah dengan berpikir dalam lima menit jika 30 menit terlalu lama.

3. Berbicaralah selama 15 menit per hari tanpa menggunakan kata “Aku”, “Saya”, dan  “Milik saya”.

4. Cobalah untuk diam di tengah keramaian

5. Lakukan kontak dengan orang baru dan biarkan ia menceritakan banyak hal soal dirinya tanpa ia menyadari.

6. Ceritakan secara eksklusif tentang diri sendiri dan kesenangan Anda tanpa mengeluh, membual atau membuat bosan teman Anda.

7. Buat rencana selama dua jam per hari dan lakukan rencana itu dengan konsekuen.

8. Buatlah 12 kegiatan yang dilakukan secara acak dan spontan. Misalnya, sepulang mendatangi tempat makan yang belum pernah dikunjungi sebelumnya lalu pulang bukan dengan naik taksi tetapi ojek. Atau, biasanya pada pagi hari Anda minum kopi, minumlah air putih atau jus. Usahakan kegiatan tersebut berbeda dari rutinitas Anda.

9. Dari waktu ke waktu, luangkan setiap harinya menjawab “Ya” untuk setiap permintaan orang lain, tapi tentunya yang masuk akal.