Pasangan Lansia Tuna Netra

Image

Pagi ini, di jalan menuju kantor, saya melihat sepasang suami istri berumur, mesra deh! Jalannya gandengan. Setelah diperhatikan, mereka adalah pasangan tuna netra.  Sang suami berjalan di depan, sambil memegang tongkat dan berpegangan pada pagar di sampingnya, sang istri di belakang, berjalan sambil memegang pundak sang suami.

Buat saya, pemandangan ini langka dan menyentuh. Mereka saling mendukung, menjaga dan melindungi. Jelas terlihat juga, mereka saling tergantung satu sama lain, walaupun si suami yang memimpin, berjalan di depan.

Mudah-mudahan ya, masih banyak pasangan suami istri lainnya yang bisa saling mendukung, menyayangi satu sama lain, dalam keadaan apa pun. Sehat atau sakit, kaya atau miskin, buta atau tidak. Mengingat sekarang ini banyak sekali rumah tangga yang tidak bertahan lama, apa pun itu alasannya.

Image

Proyekku Menunjukkan Tanda-tanda Kehidupan!

Sekitar 2 tahun lalu, pengen banget jadi model untuk fashion Batik! Sampe rela ga dibayar, demi supaya jadi model untuk catalog Batik. Iya, mungkin orang akan bilang bodoh, tapi ga peduli! Yang penting sudah usaha. Kemungkinan jadi model Batik kayanya makin mengecil dan hampir tidak mungkin.

Sekitar bulan Oktober, aku dapat tawaran untuk model Batik. Sayangnya, setelah itu, hilang ngga ada kabar. Yah, ngga jadi lagi deh model buat Batiknya. Tapi, kejadian ini ngga buat aku menyerah gitu aja, masih tetap berharap, walaupun ngga tau lagi gimana caranya, keinginan itu, tetap ada dalam hati. Akhir Oktober, dihubungi lagi sama yang ngasih tawaran waktu itu, dan jadi! Iya, awal November 2013 kemarin, aku jadi model untuk batiknya. Senang!

Lalu, ada lagi nih yang menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Awal tahun lalu, dapat proyek untuk ngerjain pabrik orang. Girang! Seiring berjalannya waktu, mungkin sudah jalan sekitar 20%, proyeknya harus ditunda. Sedih sih, apalagi kelihatannya kemungkinan besar, proyek ini hampir ga jadi. Hanya, aku ga pernah bener-bener lupa tentang proyek itu, ya, sama seperti impian untuk jadi model Batik, impian dan harapan itu masih duduk manis. Mulai dari kabar proyek ditunda, sampe akhir Oktober kemarin, impian dan harapan untuk design pabrik masih ada, walaupun ngga tau gimana cara wujudinnya. Kan ngga ada tanda-tanda kehidupan lagi tentang proyek pabrik ini. Lalu, awal November, orang yang punya proyek, hubungi aku lagi, untuk liat lapangan. Wah! Girang donk! Sayangnya, ngga bisa berangkat minggu itu juga, harus tertunda, dan sempet bikin aku agak sedih (lagi), tapi bukan menyerah. Lalu, hari ini, Senin, 4 Nov 2013, aku dihubungi lagi sama yang punya proyek, diundang untuk visit ke lapangan. Girang sekali! Sejak dapet kabar, sampe sekarang nulis ini, senyum-senyum ga selesai. Proyekku menunjukkan tanda-tanda kehidupan lagi, yay!

Banyak hal-hal yang terjadi, yang aku pikir sudah tidak mungkin terwujud, kalau ngeliat keadaan sekarang ini, justru pada saat aku tetap memiliki harapan itu, tapi seperti tidak mungkin, di saat itulah dibukakan jalan oleh Sang Esa, luar biasa! Sekarang aku ngerti apa yang dimaksud “tetap punya harapan saat segala sesuatu terlihat tidak mungkin”.

Kayanya ini juga yang disebut Siste Gigi Kenney “keras kepala secara positif”, hehe.

Have a nice evening! 🙂

Belajar Santai

Hari ini aku belajar untuk bersantai dan tidak bekerja di Hari Minggu, ternyata tidak mudah, malah bikin stress seharian tidak mengerjakan hal-hal yang berhubungan sama pekerjaan.

Seharusnya enak bisa santai, tapi ngga. Sepertinya sudah mulai masuk ke tahap workaholic ringan. Aku menggunakan pekerjaan sebagai pelarian dan sesuatu yang dapat membuatku merasa berharga. Alih-alih berharga, malah stress. Rasanya seluruh dunia ada di atas pundakku. Bingung harus mulai dari mana dan mana yang harus diselesaikan lebih dulu.

Biasanya hari Minggu digunakan untuk bekerja, hari Sabtu digunakan untuk menghabiskan waktu dengan keluarga. Me time? Hampir bisa dikatakan tidak ada. Me time buat aku adalah waktu-waktu kerja di coffee shop. Seringkali aku merasa bersalah kalau harus bersenang-senang, seperti nonton film di bisokop & hang out dengan teman-teman. Untuk menghilangkan rasa bersalah itu, aku nonton film di bioskop dengan alasan untuk menulis review film. Pergi ke coffee shop, untuk melanjutkan pekerjaan, sambil bersantai dan melepaskan diri dari kepenatan. Bertemu teman karena ada keperluan interview untuk artikel yang akan ditulis. Ah!

Tadi siang, sempat coba buat selesaiin satu pekerjaan di rumah, bukannya selesai malah jadi ribut sama mami.

Kata Pak Idris Jala, hormati Hari Sabat, jadi Hari Minggu itu waktunya santai!

Whatever You Think, Think The Opposite

Got this interesting illustration from Paul Arden’s Book, Whatever You Think, Think The Opposite. I loved this story, worth a share.

A young man worked as a runner in an advertising firm. One day he said to his manager, ‘I’m leaving. I’m going to be a drummer.’ The manager said, ’I didn’t know you played the drums.’

He replied, ‘I don’t, but I’m going to.’

A few years later that young man played in a band with Eric Clapton and Jack Bruce, and it was called Cream, and the young man’s name was Ginger Baker.

He became what he wanted to become before he knew he could do it. He had a goal.

One Calendar

for UrbanWomen.org Januari 2013

dezeen_One-by-Yong-Jeong_ss_1

One Calendar, Sumber: Dezeen.com

Happy New Year 2013! Saatnya ganti calendar baru! Buat yang mau punya calendar baru sekalian mempercantik ruangan, One Calendar! Ga perlu ganti setiap tahun.

 dezeen_One-by-Yong-Jeong_5 One Calendar, Sumber: Dezeen.com

 Terdiri dari 3 buah lingkaran magnetic berukuran besar, sedang dan kecil. Lingkaran besar dibagi menjadi 31 bagian untuk tanggal, 1 s/d 31. Lingkaran sedang dibagi menjadi 12 bagian untuk bulan, dari angka 1 s/d 12. Sedangkan lingkaran yang paling kecil dibagi menjadi 7 bagian untuk nama hari dari Senin (Mon) s/d Minggu (Sun). Jeong Yong, graphic designer yang berasal dari Korea Selatan, menjelaskan bahwa lingkaran besar (tanggal) dan sedang (bulan) dibuat berdasarkan solar & lunar cycle, sementara lingkaran kecil (nama hari) dibuat berdasarkan pembagian waktu yang diciptakan oleh manusia. “Lingkaran yang paling kecil dengan 7 bagian mewakili orang yang menciptakan 7 hari dalam seminggu,” kata Jeong Yong.

Mau? Bisa langsung buat sendiri, karena Jeong Yong, designer dari Korea ini juga memberitahukan cara pembuatannya secara garis besar, yaitu dengan meletakkan magnet di belakang setiap bagian (angka tanggal/angka bulan/nama hari) supaya setiap ring bisa nempel.

dezeen_One-by-Yong-Jeong_6 One Calendar, Sumber: Dezeen.com

 @grcyrn

Daun Muda

 

 

 

for UrbanWoman.org Januari 2013

pros_cons_dating_young_man_pm-thumb-270x270

Apa yang muncul waktu mendengar atau melihat seorang wanita menjalin hubungan dengan pria yang lebih muda? Jika ini terjadi pada beberapa tahun lampau, mungkin masih terkesan aneh dan berkonotasi buruk. Tapi saat ini, sepertinya sudah biasa, bahkan sepertinya menjadi trend. Yuk, simak pandangan seorang pria berinisial BA, 37 tahun, wiraswasta, tentang pacaran dengan wanita yang lebih tua :).

Apa pandanganmu tentang pacaran dengan wanita yang lebih tua?

Menurut Saya sih OK OK saja selama masih sesuai dengan kriteria-kriteia prinsip yang jadi prioritas Saya. Karena dalam beberapa kasus, usia tidak berhubungan langsung dengan tingkat kedewasaan seseorang. Namun saran Saya, tetap berhati-hati dalam memilih pasangan, karena waktu kita ada dalam situasi tersebut, kadang logika benar-benar kurang digunakan dalam mendefinisikan kata “sesuai” 😉

Masih tabu ga?

Saya pikir selama masih dalam definisi sepadan atau seimbang sih tidak ada yang tabu.

Seimbang dan sepadan itu seperti apa?

Ukuran seimbang dan sepadan tentu berbeda bagi setiap orang karena sekali lagi, teori apa yang mungkin bisa berlaku baik bagi satu pasangan belum tentu akan berlaku baik bagi pasangan yang lain. Dan kalau dibahas akan panjang. Jadi singkatnya, menurut Saya, misalnya seimbang dalam hal usia, yang dapat dibatasi lagi dengan harus sama-sama berada dalam satu kelompok yang sama (kelompok ini secara kasar Saya bagi menjadi kelompok bermain, kelompok belajar/sekolah, kelompok bekerja, kelompok puncak[1]) jadi sebaiknya pasangan tersebut berada dalam kelompok yang sama, atau mungkin bisa berbeda tapi ada dalam perbatasan selisih satu kelompok, seperti kelompok bekerja dengan kelompok puncak atau sama-sama berada dalam kelompok bekerja ataupun puncak. Sebaiknya tidak berada dalam kelompok bermain 🙂 dan atau kelompok belajar/sekolah. Selain usia, seimbang dalam hal tingkat pengalaman yang bisa saja mengacu ke tingkat pendidikan baik formal maupun informal sehingga diharapkan bisa saling berdiskusi. Berikut seimbang dalam hal materi, sehingga secara materi, keduanya dapat mandiri, tidak saling bergantung satu dengan yang lain secara permanen. Masih banyak kalau mau dibahas di sini dan sekali lagi, semua ini dikembalikan pada masing2 pasangan yg JUJUR dan HARUS menggunakan logika selain hati tentunya 🙂

Perlu disembunyiin atau tidak?

Kenapa harus disembunyikan kalau memang sudah yakin.

Karena kan konotasinya seperti dengan ‘tante’, menurut kamu?

Kalau memang masih berasa seperti itu, mungkin harus mengecek ulang prioritas kriteria dan memantapkannya kembali sehingga lebih yakin dan tidak terganggu dengan konotasi tersebut.

Kalau pacaran dengan wanita yang usianya lebih tua, maximal usianya lebih tua berapa tahun?

Susah untuk dikatakan, yang penting sesuai, karena selisih usia yang sama jika diterapkan secara berbeda, hasilnya mungkin akan berbeda juga. Misalnya untuk kasus anak SMP kelas 3 dengan anak kuliah tingkat pertama yang memiliki selisih usia 4 tahun akan berbeda dengan kasus anak-anak yang sama-sama kuliah tapi satunya tingkat pertama dan satunya lagi tingkat akhir meskipun secara perbedaan usia, sama-sama memiliki selisih 4 tahun atau jika kedua-duanya sudah bekerja dengan selisih usia yang sama, yaitu 4 tahun.

Ada toleransi ga?

Toleransi sebenarnya ada tapi dikembalikan ke masing-masing karena Saya pikir untuk membina hubungan yang serius, dalam banyak kasus agak sulit untuk diformulasikan menjadi logika yang ampuh. Jadi harus lebih dikembalikan pada nilai-nilai hidup yang baik dari diri pribadi-pribadi yang terlibat juga.

Pernah punya pengalaman?

Pernah tapi tidak seberapa karena cuma selisih 3 bulan.

Kejadiannya waktu usia berapa?

28 tahun

Suka & dukanya pacaran dengan wanita yang lebih tua?

Agak susah dijelaskan karena selain waktu yang cuma beberapa minggu, menurut Saya suka duka yang Saya alami juga sama saja dengan suka duka yang dialami saat berhubungan dengan pasangan yang lebih muda usianya jadi dikhawatirkan akan menjadi bias.

Apa kendala yang dihadapi dan bagaimana mengatasinya?

Saat itu, sama-sama keras dan tidak mau mengalah sehingga harus bergantian mengalahnya.

Bagaimana cara kalian membuat hubungan tetap harmonis, terus bangga sama pasangannya, ngga malu karena wanitanya lebih tua?

Fokus saja pada prioritas dari kriteria-kriteria prinsip yang diinginkan dalam suatu hubungan dan saling dukung dan mengingatkan.

Apa yang membuat kamu & kalian akhirnya memutuskan mau menjalin hubungan?

Saat itu karena dirasakan ada kecocokan-kecocokan dalam perbedaan karakter masing-masing.

Apakah terpikir untuk lanjut sampai ke pernikahan?

Ya dan tidak.

 Apa yang membuat ya, dan apa yang membuat tidak?

Yah, tentu sama saja dengan pasangan lain yaitu adanya niat baik sebelum berpasangan karena memang motivasi berpasangan adalah untuk menikah dan apa yang membuat tidak? Karena adanya pergeseran persamaan prioritas nilai-nilai prinsip di antara perbedaan-perbedaan yg ada selama berpasangan.

Waktu itu, akhirnya hubungan kalian bertahan berapa lama?

Hanya beberapa bulan termasuk saat-saat penjajagan.

Persiapan seperti apa yang sudah dilakukan untuk bisa lanjut sampai ke pernikahan dan bisa menjalani pernikahan dengan harmonis, even pastinya tidak lepas dari ribut?

Belum ada persiapan apa-apa selain berdiskusi untuk saling mengenal masing-masing karakter dan toleransinya.

Waktu itu yang membuat kalian akhirnya memutuskan berpisah apa?

Ada pergeseran prioritas masing-masing dalam membina suatu hubungan sehingga terjadi juga pergeseran kesamaan kecocokan-kecocokan yang tadinya penting menjadi tidak penting dan adanya perbedaan hal-hal yang tadinya tidak penting, berubah menjadi penting.  Jadi, intinya kenali diri sendiri dan pasangan secara bijaksana sehingga dapat lebih mantap dan konsisten dalam menentukan prioritas kriteria-kriteria dalam membina suatu hubungan. Semoga bermanfaat! 😉

Kedepannya, jika ada seorang wanita yang menurut kamu pantas dijadikan pasangan untuk menjalin hubungan serius, tapi bedanya tidak kurang dari 10 tahun, apa kamu masih bisa terima?

Buat Saya tidak masalah, selama hal-hal yang menurut Saya jauh lebih penting dari usia dimiliki dan berlaku kebalikannya juga buat dia.

Usia termasuk salah satu bahan pertimbangan utama kamu untuk menjadikan seorang wanita pasangan serius kamu?

Ya, masuk dalam pertimbangan utama tapi bukan yang terutama.

 

Pacaran dengan wanita yang lebih tua, menurut BA tidak terlalu masalah, selama masih seimbang dan sepadan, dan yang pasti harus bisa mengenali diri sendiri dan pasangan secara bijaksana supaya sebuah hubungan dapat terjalin dengan baik. Kemudian, hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah jangan lupa tentukan kriteria apa saja yang menjadi prioritas untuk menjalanin sebuah hubungan, supaya kedepannya hubungan tersebut dapat dijalankan dengan lebih mantap dan konsisten.

Jadi, untuk UrbanWoman yang sedang mempertimbangkan atau sedang menjalani hubungan dengan pria yang lebih muda, point-point yang disebutkan BA di atas, bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan juga 🙂

@grcyrn


[1] Pembagian kelompok berdasarkan usia