Belajar Santai

Hari ini aku belajar untuk bersantai dan tidak bekerja di Hari Minggu, ternyata tidak mudah, malah bikin stress seharian tidak mengerjakan hal-hal yang berhubungan sama pekerjaan.

Seharusnya enak bisa santai, tapi ngga. Sepertinya sudah mulai masuk ke tahap workaholic ringan. Aku menggunakan pekerjaan sebagai pelarian dan sesuatu yang dapat membuatku merasa berharga. Alih-alih berharga, malah stress. Rasanya seluruh dunia ada di atas pundakku. Bingung harus mulai dari mana dan mana yang harus diselesaikan lebih dulu.

Biasanya hari Minggu digunakan untuk bekerja, hari Sabtu digunakan untuk menghabiskan waktu dengan keluarga. Me time? Hampir bisa dikatakan tidak ada. Me time buat aku adalah waktu-waktu kerja di coffee shop. Seringkali aku merasa bersalah kalau harus bersenang-senang, seperti nonton film di bisokop & hang out dengan teman-teman. Untuk menghilangkan rasa bersalah itu, aku nonton film di bioskop dengan alasan untuk menulis review film. Pergi ke coffee shop, untuk melanjutkan pekerjaan, sambil bersantai dan melepaskan diri dari kepenatan. Bertemu teman karena ada keperluan interview untuk artikel yang akan ditulis. Ah!

Tadi siang, sempat coba buat selesaiin satu pekerjaan di rumah, bukannya selesai malah jadi ribut sama mami.

Kata Pak Idris Jala, hormati Hari Sabat, jadi Hari Minggu itu waktunya santai!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s