White Lie

for UrbanWoman.org

unpleasant-truths-comforting-lies

Berbohong untuk kebaikan, sebagian orang menganggap sah, agar tidak ada pihak yang dirugikan, sebagian orang lagi menganggap bohong ya bohong, entah untuk alasan apa pun. Orang paling jujur sedunia pun pasti pernah melakukan hal ini, sadar ngga sadar. Bagaimana jika UrbanWoman yang menjadi korban white lie? Muncul perasaan marah dan kecewa karena sudah dibohongi, berbagai prasangka muncul, kemudian bisa jadi merusak hubungan baik dengan orang tersebut.

White lie atau berbohong untuk kebaikan, istilah inisudah digunakan paling tidak sejak tahun 1700an. Pertama kali muncul tahun 1741 di Oxford English Dictionary, saat pertentangan antara white lie dan black lie diuji. Mengapa menggunakan warna putih untuk menunjukkan kebohongan yang dianggap ‘lebih baik’dibandingkan kejujuran? Putih selalu menjadi warna untuk kepolosan, keadilan, kebaikan dan kemurnian. Istilah white lie dirasa lebih tepat untuk memisahkannya dari ‘kebohongan yang sebenarnya’ yang dianggap kejam, jahat, menyakitkan dan berbahaya.

KENAPA MELAKUKAN WHITE LIE?

when-women-say-they-will-be-ready-in-5-minutes-1352196112

Tujuan utama white lie adalah supaya tidak ada pihak yang tersakiti sehingga hubungan baik tetap terjalin, lalu mengapa seseorang tetap melakukan white lie? Berikut beberapa white lie yang sering dilakukan dan alasannya:

  1. Bukan saya! – Karena tidak ingin memperpanjang masalah dan terlibat lebih jauh.
  2. 5 menit lagi! – Padahal sebenarnya masih lama, tapi karena ngga enak sama yang nungguin jadi bilangnya 5 menit lagi
  3. Oh, iya sih. – Karena malas berdebat lebih lanjut.
  4. Terima kasih! Suka deh sama hadiahnya! – Ngga enak kalau terus terang bilang ngga suka sama hadiahnya
  5. Iya, bajunya bagus. – Bajunya yang bagus, bukan berarti kamu cocok pakai baju itu lho J
  6. Oh, Saya ngga liat  ada rambu itu Pak! – Pura-pura tidak lihat rambu lalu lintas tersebut rasanya lebih baik daripada ngaku terus terang sengaja melanggar karena akan terkesan arogan.
  7. Iya, sebentar lagi mau ngerjain yang itu!Ngga enak kalau terus terang bilang, masih harus ngerjain 10 hal lain sebelum ngerjain kamu punya.
  8. Iya, tadi malem Saya sama dia. – That’s what friends do, tujuannya untuk menyelamatkan teman, iya dulu, baru nanti tanya langsung ke orangnya,  “Tadi malem ke mana?” ;p
  9. eMail-nya udah dikirim koq. – Padahal sebenarnya lupa kirim atau karena ada hal lain yang dianggap lebih penting jadinya tertunda terus, dan pada saat ditanyakan, baru langsung dikirim deh emailnya.

 

BAIKNYA?

believe-lie-text-Favim.com-187499

Sumber: Splendid.Blogspot.com

1.       White Lie Can Save One’s Life, Giving People Hope For The Future.

Kisah nyata tentang seorang ibu yang menderita gagal ginjal dan akan segera meninggal jika tidak mendapatkan donor ginjal yang tepat. Anak tertuanya ingin mendonorkan ginjalnya, namun dilarang karena sang ibu sangat mencintai anaknya ini, sehingga lebih memilih meninggal daripada harus menyusahkan anaknya. Jadi yang dapat dilakukan saat itu adalah menunggu hingga ada pendonor ginjal yang tepat. Sayangnya, setelah menunggu sekian lama, tetap tidak mendapatkan ginjal yang tepat, padahal keadaan sang ibu semakin parah. Anak tertuanya, tidak bisa tinggal diam, dan memutuskan mendonorkan ginjalnya untuk sang ibu diam-diam. Setelah operasi sukses, keluarga tetap tidak mengatakan bahwa ginjal tersebut berasal dari anaknya yang saat itu terbaring di kamar sebelah sang ibu. Saat sang ibu ingin bertemu anaknya, keluarga mengatakan bahwa anaknya sedang melakukan perjalanan bisnis. Kenyataannya, sang ibu berhasil dikelabui anak dan seluruh keluarganya, sehingga sang ibu bisa tetap hidup.

2.      Magical Power Of White Lie

White lie dapat menginspirasi seseorang untuk tidak menyerah dan terus berusaha mewujudkan impian mereka. Sehingga orang tersebut memiliki semangat dan kehidupan mereka menjadi semakin baik. Berikut kisah nyata lainnya yang menunjukkan bahwa white lie dapat membuat seseorang memiliki semangat untuk mewujudkan impiannya.

Seorang pelajar tidak mampu melakukan lari jarak jauh, namun diberitahukan bahwa ia berlari lebih cepat dari pelajar lainnya. Selain itu, juga diberitahukan bahwa ia memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam beberapa pertandingan penting untuk mewakili sekolahnya. Agar dapat mewujudkannya, yang diperlukan adalah berlatih keras. Gurunya tersebut melakukan white lie agar si pelajar bersemangat. Pelajar tersebut sangat semangat setelah mendengar kata-kata gurunya. Sejak saat itu, pelajar ini jadi sangat menyukai lari jarak jauh dan berlatih setiap hari. Yang mengejutkan semua orang, pelajar tersebut terpilih sebagai wakil dari sekolahnya untuk berpartisipasi dalam sebuah kompetisi penting antar sekolah.

3.      White Lies Make Life Harmonious

Pada saat orang tua memiliki perasaan yang tidak enak atau sedang bertengkar dengan pasangannya (suami/istri), mereka akan menutupi hal ini dari anak-anaknya, agar kehidupan anak-anaknya tidak terganggu dan khawatir dengan pertengkaran kedua orangtuanya.

 

BURUKNYA?

Liar!

Sumber: FreshElement.com

1. Dicap Pembohong

Dengan tujuan apa pun, bohon adalah bohong, ada kebenaran yang disembunyikan, tidak mengatakan yang sebenarnya. Sekali tertangkap berbohong, walaupun maksudnya berbohong untuk kebaikkan, akan sulit bagi orang lain untuk bisa mempercayai lagi, malah bisa dicap sebagai pembohong seumur hidup. Karena nila setitik rusak susu sebelangga.

2.      Stress

Sekali berbohong, berarti akan ada hal lain yang harus ditutupi dengen kebohongan berikutnya, supaya kebohongan sebelumnya ngga ketauan. Diperlukan ingatan yang sangat baik, supaya tidak ada yang tau bahwa sedang berbohong. Lama-lama, hidup cuma dipake buat nginget, “waktu itubohong apa yah?” untuk menjaga kebohongan-kebohongan supaya tidak ketauan. Capek? Pasti. Serapat-rapatnya ikan busuk ditutupi, pasti akan tercium juga baunya.

3. Memberikan Harapan Palsu, Lebih Menyakitkan

Sederhananya, UrbanWoman sedang memerlukan komentar jujur tentang penampilan untuk menghadiri pesta pernikahan seorang sahabat, sehingga memerlukan pendapat pasangan. UrbanWoman terlihat terlalu exciting dengan penampilan saat itu. Hal ini membuat pasangan tidak mau mengeluarkan komentar sebenarnya yang membuat down dengan mengatakan, “Penampilan kamu buruk,” sehingga pasangan hanya mengatakan, “Kamu luar biasa! (luar biasa aneh maksudnya:p)” Saat tiba di pesta pernikahan, semua mata memandang, bukan karena penampilan yang luar biasa cantik, tapi luar biasa aneh. Bagaimana perasaan UrbanWoman jika berada dalam situasi tersebut?

4. Masalah Kesehatan

Pada temuan awal para peneliti dari University of Notre Dame yang meneliti 110 peserta dengan rentang usia 18 s/d 71 tahun, pria dan wanita, terdiri dari beberapa etnis dengan berbagai tingkat pendapatan, mereka diminta untuk berhenti mengatakan kebohongan baik besar maupun kecil selama 10 minggu. Control Group tidak diberikan instruksi apa pun tentang berbohong. Sementara pada No-lie Group, mereka diminta untuk 3x lebih sedikit mengatakan white lie dibanding minggu-minggu lainnya, hasilnya keluhan-keluhan mereka akan sakit kepala, sakit tenggorokkan, ketegangan, kecemasan dan masalah-masalah lainnya lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang berada di Control Group.

“Bukti terbaru menunjukkan bahwa rata-rata orang Amerika berbohong sekitar 11 kali per minggu,” tutur peneliti utama Anita E. Kelly pada press release terbaru. “Kami menemukan bahwa para peserta dapat dengan sengaja dan dramatis mengurangi kebohongan mereka setiap hari, dan hal ini berhubungan dengan kesehatan mereka yang meningkat secara siginifikan.” Sumber: NYDailyNews.com

Jadi, hubungan antara kebohongan dengan kesehatan yang buruk terlihat jelas. Mengatakan lebih sedikit kebohongan dalam seminggu sama baiknya dengan memakan sepiring penuh makanan sehat dan antioxidant!

 

Setelah mengetahui penyebab, baik dan buruknya white lie, berikut beberapa pernyataan untuk ditanggapi dengan ‘Setuju’ atau ‘Tidak’:

  1. Seorang atlet sedang persiapan bertanding di Olimpiade. Sementara itu, ayahnya meninggal tiba-tiba. Keluarganya memutuskan untuk memberitahukan berita duka ini setelah si atlet menyelesaikan pertandingannya. Saat berbicara di telephone, si atlet ingin berbicara dengan ayahnya, sang kakak mengatakan bahwa ayahnya sedang tidur. Setuju/Tidak?
  2. Seorang wanita sedang tugas ke luar negri bersama dengan rekan kerja prianya. Mereka melakukan hubungan sexual, dan segera menyadari bahwa tindakan tersebut salah besar. Tunangan si wanita sadar ada yang tidak beres, kemudian bertanya kepada si wanita apakah terjadi sesuatu selama mereka dinas ke luar kota. Karena tidak ingin menyakiti perasaan tunangannya, si wanita menjawab tidak. Setuju/tidak?
  3. Sedang mengalami hari yang buruk dan tidak ingin membahasnya. Seorang kenalan menanyakan kabar, lalu dijawab, “baik” kemudian mengganti topik pembicaraan. Setuju/tidak?
  4. Oma memberikan hadiah buku kepada Billy di hari ulang tahunnya. Billy lebih menyukai mainan dibandingkan buku. Ibu Billy mengajarkan untuk bersikap sopan dengan mengatakan. “Terima kasih Oma, bukunya keren!” Setuju/Tidak?
  5. Pada saat bertamu ke rumah seseorang disajikan champagne yang tidak dingin dan kue kering melempem. Namun demikian, tamu tersebut mengatakan, “Terima kasih, hidangannya enak”. Setuju/Tidak?
  6. Seseorang mengiyakan undangan makan malam dengan temannya, namun kemudian membatalkannya dengan alasan sakit sehingga tidak bisa datang. Padahal sebenarnya ingin melakukan sesuatu yang lebih menarik. Setuju/Tidak?
  7. Terlambat hadir di meeting dengan alasan susah cari taksi, padahal sebenarnya terlalu lama ngobrol dengan seorang teman. Setuju/Tidak?

aaa

Sumber: http://blog.lib.umn.edu

Kebanyakan orang akan berkata, “Gapapa deh bohong demi kebaikan, daripada malah jadi makin rumit.” Yuk simak pembahasan dari nomor 1 s/d 7 🙂

  1. Berbohong tentang kematian seseorang sangat tidak disarankan, karena kematian adalah hal serius. Tujuan keluarganya memang baik, agar si atlet bisa konsentrasi dengan pertandingannya, tapi caranya salah. Bagaimana jika si atlet tidak memenangkan pertandingan? Atau justru ingin mempersembahkan kemenangannya ini untuk sang ayah? Bayangkan betapa kecewa, sedih dan mungkin marah pada saat si atlet mengetahui bahwa ternyata ayahnya sudah meninggal pada saat dirinya sedang melakukan persiapan pertandingan.
  2. Berbohong tentang ketidaksetiaan tidak dapat dikatakan sebagai white lie. Tujuan si wanita adalah untuk menjaga perasaan tunangannya, sekaligus takut pertunangannya akan putus. Bagaimana perasaan tunagannya jika akhirnya mengetahui bahwa pasangannya pernah selingkuh? Sebelum berbohong, posisikan diri UrbanWoman di posisi orang yang akan dibohongi dan coba bayangkan apa rekasi dari orang yang dibohongi tersebut.
  3. Bisa jadi, pertanyaan “Apa kabar?” tersebut hanya pertanyaan basa-basi, jadi sebenarnya bisa saja menjawab “Baik”, karena hari yang buruk bukan berarti seluruh diri Anda buruk bukan? Lagipula, biasanya pertanyaan “apa kabar” tidak memerlukan jawaban yang lengkap. Konsekuensi dari menjawab “Baik”, berarti jangan mengharapkan orang tersebut akan memberikan perhatian lebih terhadap kondisi UrbanWoman yang sedang tidak baik.
  4. Me-respond pemberian yang tidak disukai? Sebenarnya, dengan menjawab, “Terima kasih Oma”, sudah cukup. Tambahan, “Bukunya keren!” bisa jadi, kedepannya Oma akan memberikan hadiah berupa buku lagi.
  5. Untuk hidangan yang dianggap kurang layak, cukup dengan mengatakan “Terima kasih atas hidangannya”, selesai, jadi tidak harus berbohong.
  6. Sebelum membatalkan janji dengan seseorang, pertimbangkan juga perasaannya saat itu, posisikan diri UrbanWoman sebagai orang yang mengundang, bagaimana rasanya jika sudah menyiapkan segala sesuatu, tiba-tiba dibatalkan. Memberikan alasan sakit untuk tidak menghadiri undangan makan malam tersebut mungkin lebih baik daripada mengatakan bahwa UrbanWoman lebih tertarik untuk melakukan hal lain. Tapi coba bayangkan, jika ternyata teman tersebut mengetahui bahwa UrbanWoman sebenarnya tidak sakit, tapi sedang melakukan kegiatan lain yang dianggap lebih menarik. Pasti teman UrbanWoman akan merasa sedih dan kecewa, selanjutnya, UrbanWoman bisa dicap sebagai pembohong, buruk-buruknya, kejadian ini akan diceritakan ke orang lain dan mungkin ditambah dengan ‘bumbu penyedap’.
  7. Terlambat menghadiri meeting memang sering terjadi, kemudian memberikan alasan susah cari taksi, jalanan macet atau kendaraan mogok. Tapi, kenapa harus bohong, seharusnya, jika sudah tau ada meeting, dapat mengatur waktu lebih baik lagi.

Pernyataan-pernyataan di atas merupakan kejadian-kejadian yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Memberikan jawaban atau pernyataan yang tepat tanpa harus berbohong tapi tetap bisa menjaga hubungan baik dengan orang lain merupakan hal penting, tapi tentunya jawaban yang diberikan juga harus diikuti dengan tindakan yang tepat, agar selaras dengan tindakan.

 

Seorang teman, Wanda, sudah menjalin hubungan dengan seorang pria sekitar 2 tahun dan sudah merencanakan pernikahan. Selama 2 tahun tersebut, setiap kali bertemu, handphone si pria pasti mati total, karena ingin menjaga privasi sebagai pasangan. Wanda seneng banget, karena artinya pasangannya tersebut benar-benar ingin memiliki quality time untuk hubungan tersebut. Suatu saat, si pria salah kirim pesan yang isinya sex chat. Dari situ Wanda tau bahwa ternyata alasan si pria mematikan total HPnya, bukan karena ingin memiliki quality time, tapi supaya Wanda tidak tau pembicaraan apa saja yang terjadi di handphone dan menurut si pria, sah-sah aja sex chat hingga nanti sudah menikah baru have the real sex. Ini merupakan contoh nyata bahwa white lie itu manis di awal namun berakhir tragis.

White lie? Kembali kepada UrbanWoman bagaimana mengatur agar tetap bisa bersikap jujur dan menjaga hubungan baik dengan orang lain.

Underneath a white lie is a black truth. ~Robert D. Dangoor

@grcyrn

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s