Pacaran Dengan yang Akan Cerai

for UrbanWoman.org Januari 2013

lonely-married-man

Sumber: MarriedAndDating.com

Pacaran dengan pria yang akan cerai? Dipiki-pikir, kan udah mau cerai, jadi bukan Saya penyebab perceraian mereka, memang mereka sudah mau cerai dari dulu. Sepintas, terlihat ngga masalah. Tapi apa bener ga masalah? Banyak hal yang harus dipikirkan dan dipertimbangkan untuk benar-benar memutuskan mau pacaran dengan orang yang baru akan cerai.

KENAPA MAU?

Kenapa sampai mau pacaran dengan pria yang akan cerai? Sebenarnya sama saja seperti pacaran dengan pria beristri, hanya katanya “akan cerai”, tapi apa bener mau cerai? Sudah benar-benar sedang mengurus proses perceraiannya? Atau hanya ucapan supaya si wanita mau jadi yang kedua, selingan, padahal sebenarnya tidak ada rencana untuk bercerai. Kalau saat ini sedang menjalani hubungan dengan pria beristri yang akan bercerai, coba bayangkan bagaimana perasaan si istri, saat keadaan rumah tangga kacau dan hampir cerai, tiba-tiba muncul wanita lain yang justru membuat masalah makin rumit.

Berikut beberapa alasan kenapa memutuskan berpacaran dengan yang akan cerai:

1. Kan Udah Mau Cerai

Kan udah mau cerai, jadi ngga masalah, yang penting bukan Saya penyebab perceraian mereka”, mungkin ini yang pertama kali muncul, bukan penyebab utama perceraian mereka, tapi menjadi salah satu faktor yang memperkuat alasan mereka untuk bercerai. Padahal sebenarnya mungkin, pernikahan mereka masih bisa diselamatkan.

2. Sayang

“Saya sayang dia, dia juga sayang banget sama Saya, mungkin kami memang jodoh, lagipula kan mereka akan cerai.” Yakin sayang? Lust  dan love itu terkadang sulit dibedakan, coba deh pikirin lagi, beneran sayang atau bukan. Biasanya, pacaran dengan yang akan cerai, akan lebih dimanja, tapi hukum tabur tuai itu ada, we never know.

3. Takut Sendiri

Karena takut sendiri, daripada ngga ada pacar, ya sudah pria beristri yang akan cerai juga gapapa.

4. Finansial

Mungkin rasa sayang yang dimiliki tidak sebesar kebutuhan finansial, sehingga memutuskan untuk pacaran, walaupun proses perceraian belum tuntas.

5. Status Sosial

Selain finansial, tujuan untuk mengangkat status sosial juga bisa jadi alasan kenapa seseorang akhirnya memutuskan untuk pacaran dengan seseorang yang akan cerai.

6. Jumlah Pria Lebih Sedikit Daripada Wanita

Perbedaan jumlah pria dan wanita usia 15 thn s/d 64 thn di Indonesia, tidak sejauh itu koq, perbandingan pria dan wanita saat ini adalah 1.000 : 989 (Sumber: Statistik.PTKP.net)

7. Merasa Lebih Baik Dari Si Istri

Ada beberapa kasus yang Saya tau, mereka rela pacaran dengan pria beristri hanya karena ingin menunjukkan bahwa dirinya lebih baik dari si istri.

RESIKONYA?

Setiap tindakan pasti ada konsekuensinya, termasuk pacaran dengan yang akan cerai, berikut beberapa resiko pacaran dengan yang akan cerai:

1. Tidak Jadi Cerai

Kemungkinan tidak jadi cerai selalu ada. Coba bayangkan jika sudah memberikan segalanya untuk si pria, ternyata mereka tidak jadi cerai. Bagaimana dengan kehidupan yang sebelumnya baik-baik saja, jadi berantakan dan harus mulai membangun lagi dari awal karena hubungan dengan si pria selesai.

2. Siap-Siap Mengalami Hal Yang Sama

Jika si pria bisa menceraikan istrinya dengan alasan apa pun, maka kejadian yang sama juga bisa terulang lagi.

3. Hanya Selingan

“Akan cerai” mungkin digunakan untuk membuat seorang wanita mau menjalin hubungan dengan si pria sebagai selingan saat hubungannya dengan istri sedang jenuh. Jika ini yang terjadi, mungkin hubungan tersebut tidak akan pernah lanjut ke jenjang yang lebih serius.

4. Dianggap Sebagai Penyebab Perceraian

Walaupun si pria mengatakan bahwa dirinya sedang akan bercerai, tapi dengan kehadiran wanita lain, bisa saja wanita ini yang dianggap sebagai penyebab perceraian, merusak nama baik si wanita.

5. Anak

Jika pria tersebut sudah memiliki anak dari pernikahannya, berarti harus siap bahwa si pria akan meluangkan waktu-waktu tertentu dengan anak-anaknya dan mungkin mantan istri akan terlibat dalam waktu-waktu tersebut. Selain itu, juga harus dipikirkan bagaimana dengan penerimaan anak-anaknya.

6. Mantan Istri

Jika mantan istri bisa menerima perceraian tersebut dengan baik, mungkin masalah yang ditimbulkan tidak akan terlalu besar. Tapi bagaimana jika ternyata si istri tidak bisa menerima perceraian tersebut, berarti harus siap menghadapi berbagai kemungkinan yang ada. Bukan tidak mungkin terjadi, si pria kembali lagi ke mantan istri, apalagi kalau penyebab perceraian mereka karena jenuh atau bosan.

Sulit memang jika sudah jatuh cinta pada seseorang karena perasaan jadi lebih dominan sehingga logika tidak dapat bekerja dengan baik. Pembahasan di atas adalah beberapa resiko yang umum terjadi, masih banyak hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan sebelum benar-benar memutuskan untuk, “Ya, Saya yakin untuk pacaran dengan pria beristri ini”. Akan lebih baik jika sebelum perasaan menjadi sangat dominan dalam sebuah hubungan, cari tau dulu tentang si pria apakah sudah menikah atau belum, dan sebisa mungkin menjauh jika sudah tau si pria masih beristri.

It’s better to wait, than to be sorry..

 

@grcyrn

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s