Nusa Penida, Bali

untuk UrbanWomen.org

Hai-hai! Kalau di edisi-edisi sebelumnya, membahas lokasi-lokasi wisata di luar negri, kali ini, UrbanWomen akan membahas tentang Nusa Penida, Bali! Bali, merupakan salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan. Untuk Bali secara umum, fakta menunjukkan bahwa jumlah Wisatawan Mancanegara (WisMan) yang mengunjungi Bali pada Januari 2012 melalui Bandara Ngurah Rai sejumlah 249.728 orang, sedangkan jumlah WisMan yang datang ke Jakarta melalui Bandara Soekarno Hatta pada bulan Januari 2012  adalah 156.654 orang. Wow!

UrbanWomen yang senang diving, mungkin sudah tidak asing lagi dengan tempat ini. Makhluk laut yang unik, Ikan Mola-mola juga dikenal sebagai Ikan Matahari atau Ocean Sunfish. Sutra, yang membuatnya semakin menarik

 

NUSA PENIDA

Nusa Penida merupakan pulau terbesar dibandingkan dengan 2 pulau lainnya, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, yang terletak di pesisir tenggara Bali, ketiga pulau ini berjarak sekitar 20 km dari Bali. Secara administratif, Nusa Penida merupakan bagian dari Kabupaten Klungkung, sedangkan Nusa Lembongan dan Nusa Ceninga merupakan bagian dari wilayah Nusa Penida, walaupun terletak secara terpisah. Selat Badung memisahkan Pulau Nusa Penida dengan Bali.

Nusa Penida merupakan pulau yang dijadikan tempat perlindungan burung, uniknya, pulau ini merupakan pulau yang didiami masyarakat, di mana masyarakat setempat menggunakan adat tradisional sebagai peraturan yang digunakan untuk melindungi burung-burung yang ada di pulau ini. Selain dijadikan tempat perlindungan burung, beberapa lokasi juga digunakan sebagai tempat perlindungan tumbuh-tumbuhan dan kura-kura. Di pesisir utara Nusa Penida, banyak terdapat pantai berpasir putih yang tenang dan terpencil. Hal lain yang menakjubkan adalah UrbanWomen dapat menemukan goa, tebing yang sangat tinggi di bagian selatan dan timur.

Berikut adalah pengalaman Ayah & Putrinya, Paul & Sutra, diving di Crystal Bay, Nusa Penida, Bali.

Sekilas mengenai mereka, Paul saat ini merupakan Founding Partner ARKdesign, perusahaan yang bergerak di bidang arsitektur, dan Sutra, mahasiswi kuliah di UCLA jurusan Marine Biology dan aktif sebagai volunteer kelautan selama kuliah.

CRYSTAL BAY

Disebut juga Pantai Penida. Untuk bisa tiba di sini adalah dengan melalui jalan kecil yang mengarah ke barat dari jalan utama di Desa Sakti, terus jalan hingga ketemu pantai. Pantai pasir putih yang sangat indah di Banjar Penida, sebelah barat Desa Sakti di bagian Barat Laut pesisir menghadap Nusa Ceningan. Airnya yang masih jernih, pas banget buat snorkeling & pantai pasir putihnya, buat piknik, bahkan camping. Tempatnya indah banget, serasa milik pribadi, walaupun sebenarnya di sana juga ada penduduk lokal dan beberapa pengunjung lainnya. Coba deh bayangin, liburan ke pantai yang pasirnya putih bersih, airnya jernih disertai pemandangan indah dan hanya ada beberapa pengunjung, heaven!

Berikut merupakan sharing pengalaman diving Ayah & Putrinya di Nusa Penida, Bali, yaitu  Paul, sang Ayah, founding partner dari ARKdesign, perusahaan yang bergerak di bidang arsitektur, dan Sutra, putrinya, 20 tahun, saat ini kuliah di UCLA, jurusan Marine Biology dan aktif sebagai volunteer di bidang kelautan.

HARI PERTAMA

Perjalanan dimulai dari Jakarta, di pertengahan bulan Agustus 2012, saat suhu lautan dingin dan dalam keadaan tenang. Mereka menuju Bali menggunakan pesawat, memerlukuan waktu ± 1 jam. Setelah tiba di Bali, Paul & Sutra, melanjutkan perjalanannya ke Pantai Sanur. Kemudian, dilanjutkan dengan perjalanan ke Nusa Penida menggunakan speed boat, memerlukan waktu sekitar 40 menit, jika cuaca bersahabat, hingga 1 jam. Setelah tiba di Nusa Penida, mereka langsung menuju Crystal Bay, atau dikenal dengan Manta Point. Disebut Manta Point, karena pada area ini, terdapat banyak Ikan Manta. Tim Ayah & Putri ini, tiba di Manta Point sekitar pukul 11:00 waktu setempat, dan sayangnya perburuan mereka di hari pertama tidak memberikan hasil, bahkan melihat Manta saja tidak.

HARI KEDUA

Karena semangat merkea yang pantang menyerah, di hari kedua, Paul & Sutra, mencoba strategi baru, yaitu dengan tiba lebih pagi, supaya masih sepi sehingga kemungkinan untuk melihat ikan-ikan yang unik dan indah lebih besar, selain itu juga menggunakan jasa guide yang lebih berpengalaman. Ternyata, untuk bisa bertemu dengan makhluk-makhluk laut yang unik dan indah ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah arus laut, suhu laut, guide, tim diving saat itu dan cuaca. Rombongan ini tiba di Crystal Bay sektiar pukul 09:30 waktu setempat. Pada saat itu, arus sedang kencang, artinya banyak makanan berupa plankton, sehingga ikan akan “keluar” untuk mencari makan. Tapi, karena arus sedang kencang, tim ini harus lebih berhati-hati, karena jika tidak mereka justru akan hanyut terbawa arus.

Selanjutnya, mereka masuk ke kedalaman 25 point, dan menungu di balik batu, supaya tidak terbawa arus. Setelah menunggu sekian lama, mereka mulai kecewa dan akhirnya memutuskan untuk kembali ke darat dan mencoba lagi keesokan harinya.

Eits, tunggu dulu! Ternyata, saat mereka sedang berenang ke atas, sekitar kedalaman 25 meter dengan rasa kecewa karena tidak bisa bertemu dengan makhluk-makhluk laut yang indah dan unik tersebut, justru malahan mereka bisa melihat dari jarak yang cukup dekat, Ikan Mola-mola beserta dengan dayang-dayangnya, maksudnya cleaning fish yang pada saat itu adalah Butterfly Fish, hehe. Berikut beberapa foto yang berhasil diambil oleh Paul menggunakan kameranya, tapi tidak boleh menyentuhnya, karena ada kemungkinan perpindahan bakteri dari manusia ke Ikan Mola-mola, begitu juga sebaliknya, yang bisa jadi membahayakan.

Puas dengan Ikan Mola-mola, kali ini mereka beneran naik ke darat. Sekitar pukul 11:00 waktu setempat, setelah istirahat beberapa waktu, mereka melanjutkan diving ke area Tugu, hanya untuk diving santai, karena sudah puas bisa bertemu dengan Ikan Mola-mola. Mereka menyelam hingga kedalaman 25 m – 30 m, kejar-kejaran sama ikan-ikan kecil. Saat Paul sedang dalam posisi telentang, tiba-tiba, sekali lagi keajaiban terjadi, Paul melihat sesuatu melintas di atasnya, dan akhirnya menyadari bahwa yang sedang meilintas di atasnya itu adalah Ikan Paus (Whale Shark)! Girangnya bukan main, karena ini merupakan kejadian yang sangat langka! Bahkan, guide yang membawa mereka dan sudah berpengalaman selama 8 tahun, baru kali ini melihat Paus (Whale Shark). Sayangnya, kamera Paul ditinggal di atas kapal, jadi pengalaman ini hanya bisa dinikmati dan terekam dalam memori mereka saja, sedangkan kita yang membaca, cukup puas dengan membayangkannya J.

Luar biasa menarik yah, pengalaman mereka di hari kedua, apa yang ga pernah dipikirkan oleh manusia, itu yang disediakan Tuhan, terus, sekalinya dapet, ya keterusan, apa yang ada malah ditambah-tambahkan terus, setelah liat Ikan Mola-mola, sama sekali tidak berharap bisa bertemu Paus, eh, malah bisa ketemu.

TEMPAT INDAH LAINNYA DI NUSA PENIDA

Nusa Penida memang dikenal sebagai tempat untuk diving, nah untuk yang ngga atau belum hobi diving? Tenang, Nusa Penida juga merupakan tempat yang tepat untuk trekking & mountain biking, selain itu juga bisa melihat burung-burung indah yang ada dalam perlindunga. Berikut beberapa lokasi di Nusa Penida yang tepat untuk dijadikan tempat refreshing:

 

AIR TERJUN SEBULUH

Air Terjun Sebuluh, berada 5 km dari Desa Batu Madeg. Di sini terdapat bongkahan batu karang di sepanjang pesisir selatan dan juga karst yang keren banget, will take your breath away!

 

FNPF BIRD SANCTUARY

Friends of National Parks Foundation merupakan organisasi non-profit lokal Indonesia, didirkan tahun 1997 oleh sekelompok dokter hewan dan komunitas perlindungan alam yang perduli pada Indonesia. Hewan yang dilindungi adalah Burung Jalak Bali (Leucopsar rothschildi). Hewan ini merupakan burung khas Bali dan jenis burung di dunia yang terancam punah, karena keberadaannya sudah sangat jarang

 

GOA KARANG SARI

Goa Karang Sari terletak 4 km di sebelah selatan dari Desa Suana, merupakan area wisata yang pastinya tidak boleh terlewatkan, karena goa yang terbentuk dari batu gamping ini memiliki stalaktit dan bentukan batu gamping yang indah. Goa ini juga memiliki kepentingan spiritual.

Untuk masuk ke dalam Goa Karang Sari, terdapat pintu masuk yang sangat kecil di bagian puncak, kira-kira berjarak 50 langkah dari jalanan. Untuk dapat masuk kedalamnya, perlu merangkak, dan jangan lupa untuk mengenakan sarung dan selempang, karena Goa Karang Sari merupakan Pura. Kalau lupa bawa, bisa sewa dengan harga Rp 5.000,-

 

PURA PENATARAN AGUNG PED

Pura Penataran Agung Ped, dikenal juga sebagai Pura Penataran Dalem Ped atau ada juga Pura Penataran Ped. Terletak di Desa Ped, yang berada di jalan antara Toyapakeh dan Sampalan, terdapat Pura Penetaran Dalem, bangunan Hindu Bali megah dan indah yang mempesona. Pura ini dibuat dengan desain yang mewah, berbeda dengan Pura pada umumnya di Nusa Penida yang dibuat secara sederhana. Karena pengaruhnya yang sangat luas, yakni seluruh pelosok Bali, Pura Penataran Agung Ped disepakati sebagai Pura Kahyangan Jagat.

 

PUNCAK MUNDI

Merupakan puncak tertinggi di Nusa Penida, berada pada ketinggian 521 meter di atas permukaan laut. Untuk mencapai Puncak Mundi, jalanan yang ditempuh cukup nyaman karena sudah beraspal dan permukaannya cukup bagus. Perjalanan menuju Puncak Mundi didominasi dengan pendakian yang cukup curam, untuk itu persiapkan kendaraan supaya dalam keadaan prima. Memerlukan waktu sekitar 1 jam untuk bisa sampai ke Puncak Mundi. Setibanya di sana, jangan tinggalkan barang bawaan di mobil, atau bakal jadi objek jarahan kera. Udaranya dingin, untuk itu, jangan lupa bawa & kenakan baju yang tebal, khususnya di malam hari. Terdapat 2 Pura penting, yaitu Pura Puncak Mundi dan Pura Krangkeng.

Bukan hanya dapat menikmati indahnya pemandangan & birunya laut dari atas pegunungan kapur andesit tersebut, Puncak Mundi juga memiliki manfaat lain yaitu sebagai penghasil tenaga listrik. Penghasil tenaga listrik, bukan karena mengandung minyak bumi dan batu bara, tapi justru memiliki energi lain yang dapat digunakan untuk menghasilkan listrik, yaitu hembusan angin. Hembusan angin di wilayah tersebut mampu menggerakkan kipas besi pada unit Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTA). Saat ini sudah ada 2 buah unit, masing-masing unitnya mampu menghasilkan 80 Kw. Energi listrik yang dihasilkan ini dinikmati oleh penduduk yang tinggal di ketiga pulau, Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan.

@grcyrn

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s