Devotion

by Hillsongs

I’ve been running, trying to be one who sees
I’ve been working, this salvation out on my knees
There is nothing better than knowing
We are redeemed
I’m believing, trusting in creative hands,
I am praying for our world to bow to your plan
And this one thought is unmistakable
To take up my cross and follow You Lord

When You stand, the tall tress and mountains bow
When You speak, the fiercest of oceans is still
And I see the sinner seek devotion
The lost become chosen, and I fall to my knees

I’m forgiven by a Savior who did not deserve death
He was blameless and I was lost in shamefulness
Undelivered, but it doesn’t seem right
Unless I keep my eyes focues on the Savior who gave His life
In the middle of a world that denies it believes
It is breaking apart at the very seams
There is one thing to be alive for
And it’s to take up my cross and follow You Lord

When You stand, the tall trees and mountains bow
When You speak, the fiercest of oceans is still
And I see the sinner seek devotion
The lost become chosen, and I fall to my knees

I will take up my cross and follow Lord where You lead me
And I will take up my cross and follow wherever you go

When You stand, the tall trees and mountains bow
When You speak, the fiercest of oceans are still
And I see the sinner seek devotion
The lost become chosen, and I fall to my knees

Fall to my knees

Bubble on The Border

Stuck in a long line at the US-Canada border, Joel Schoon Tanis had to do something to lighten the mood! He reached for his bottles of bubble-making solution, bounded out of the car, and began blowing bubbles. He handed bottles to other drivers too, and he says that “soon there were bubbles everywhere. . . . It’s amazing what bubbles do for people.” The line didn’t move any faster, but “suddenly everyone was happy,” Joel says.

“What we see depends mainly on what we look for,” said British statesman John Lubbock (1834–1913). A good attitude and the right focus help us to handle life joyfully, even though it doesn’t change our circumstances.

Paul encouraged the Corinthians in their trials: “Do not look at the things which are seen, but at the things which are not seen. For the things which are seen are temporary, but the things which are not seen are eternal” (2 Cor. 4:18).

So what’s unseen and eternal that we can look at? The character of God is an excellent place to focus. He is good (Ps. 25:8), He is just (Isa. 30:18), He is forgiving (1 John 1:9), and He is faithful (Deut. 7:9).

Pondering God’s character can give us joy in the midst of our struggles.
-Anne Cetas-

Kopi – Bad But Good!

Salah satu substansi yang paling sering diperdebatkan. Konsensus mengenai dampak kopi pada tubuh manusia melaporkan: kopi adalah SUMBER ANTIOKSIDAN yang baik dan dapat membantu penurunan resiko terkena diabetes. Kandungan pada biji kopi juga DIASUMSIKAN dapat MEMBANTU MENYEMBUHKAN penyakit CIRRHOSIS pada HATI dan PANKREASTITIS, dua penyakit yang dipicu oleh konsusmsi alkohol berlebihan.

Sumber: PS:, July 2009

Aku, PadaMu! Kangen Kamu!

Friday, July 10, 2009 at 9:42pm

Perasaan ini datang lagi..

Seperti biasa..

Sendiri di tengah kegiatan-kegiatanku yang padat..

Ada apa?

Seperti ada yang hilang di dalam sini..

Di mana?

Hatikah?

Pikirankah?

Atau..

Entah apa..

Tiba-tiba, aku kangen..

Kangen Kamu..

Iya Kamu..

Sudah lama kita tidak bicara..

Nanti pulang, sebelum menutup mata, aku ingin berdua dengan-Mu..

Ya! Hanya berdua..

Berdua saja..

Just the two of us!

Aku ingin mendengar suara-Mu..

Aku ingin tahu apa mau-Mu terhadapku..

Aku ingin tahu rencana-Mu atas hidupku..

Aku ingin tahu isi hati-Mu..

Boleh?!

Kamu lagi apa?

Aku lagi duduk, diam.. Menunggu..

Aku kangen Kamu..!

Aku sayang Kamu..!

Aku cinta Kamu..!

Maunyaku, aku terus bisa merasakan ini..

Setiap saat..

Setiap hembusan nafasku..

Dimanapun aku..

Dengan siapapun aku..

Apapun kegiatanku..

Yap! Kamu.. Kamu saja yang ada di dalamku..

Aku, padaMu!

-gRc-

Perfect Day

by Planet Shakers

 

Looking back over my life
I can see some changes
That You alone have brought

Everything became so clear
From that moment
Since You came in my life

It was as if I’d seen for the first time
And suddenly I felt like I could breathe

What a perfect day
What a perfect day
What a perfect day when You came into my life

Jesus, I’m in love with You

Pikiran Belalang

Seekor belalang telah lama terkurung di dalam sebuah kotak. Suatu hati ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya, dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Di perjalanan dia bertemu dengan seekorbelalang lain, namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.

Dengan penasaran dia menghampiri belalang lain itu dan bertanya, “Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh dariku, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia maupun ukuran tubuh?”

Belalang itu menjawabnya dengan pertanyaan, “Dimanakah kau tinggal selama ini? Semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang akulakukan .”

Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang telah membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.

Kadang-kadang kita manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang tersebut. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan beruntun, perkataan teman, tradisi, dan kebiasaan bisa membuat kita terpenjara dalam kotak semu yang mementahkan potensi kita.
Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apa yang mereka voniskan kepada kita tanpa berpikir dalam-dalam bahwa apakah hal itu benar adanya atau benarkah kita selemah itu? Lebih parah lagi, kita acap kali lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.

Tahukan Anda bahwa gajah yang sangat kuat bisa di ikat hanya dengan seutas tali yang terikat pada sebilah pancang kecil? Gajah sudah akanmerasa dirinya tidak bisa bebas jika ada “sesuatu” yang mengikat kakinya,padahal “sesuatu” itu bisa jadi hanya seutas tali kecil…

Pernahkah Anda bertanya kepada diri Anda sendiri bahwa Anda bisa “melompat lebih tinggi dan lebih jauh” kalau Anda mau menyingkirkan “penjara” itu? Tidakkah Anda ingin membebaskan diri agar Anda bisa mencapai sesuatu yang selama ini Anda anggap di luar batas kemampuan dan pemikiran Anda?
Sebagai manusia kita berkemampuan untuk berjuang, tidak menyerah begitu saja kepada apa yang kita alami. Karena itu, teruslah berusaha mencapai segala aspirasi positif yang ingin Anda capai. Sakit memang, lelah memang, tapi jika Anda sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar. Pada dasarnya, kehidupan Anda akan lebih baik kalau Anda hidup dengan cara hidup pilihan Anda sendiri, bukan dengan carayang dipilihkan orang lain untuk Anda.

Ikatan Suami Takut Istri, Haiz!:p

Saturday, July 18, 2009 at 5:47pm

Tadi pagi, di salah satu klinik perawatan, ga sengaja g ngedenger pembicaraan seorang pasien dengan perawatnya. Pasti kedengeran dgn jelas, krn g ada di sebelahnya, n suaranya kenceng!

Usia si cewe ini ketebaknya antara 35 – 40 thn, ud nikah, bisa g bilang ibu2 ga? Hehe. Anggap aja nama ibu ini Evi:).

Evi cerita ke perawatnya, klo salah satu temen kantornya, cowo, selalu dibawain bekel sama istrinya dr rumah. Menurut dia, si co ini anggota Ikatan Suami Takut Istri (ISTI), haiz! Trs, mnrt Evi, itu salah satu cara si istri biar suaminya ga makan di luar n ketemu cewe2 lain. Haiz! Sempit banget pikiran si Evi.. Padahal kan bs aja ada alesan lain yg ga memungkinkan si suami untk ga beli makanan di luar, misalnya:
1. Si suami menderita atau baru pulih dari penyakit tertentu, jadi ga bisa makan makanan sembarangan dulu.
2. Mereka lagi nabung untuk sesuatu.
3. Memang si suaminya yg ga mau beli makanan di luar.
4. dll

Yang bikin parah lg, Evi ngompor2in si suami juga.. Hufff.. Kalo sampe ada apa2 dengan rumah tangga mereka cuma gara2 mulut jail Evi, gmn?

Kalo g pikir, itu bukan suami takut istri, tp krn suaminya menghormati n menghargai si istri. Emang si, mungkin dalam beberapa kasus, ada juga yg suami takut istri. Tp kan ga segampang itu nilai orang terus maen cerita ke orang yang bisa dianggap ga kenal.

Point yg g dapet dari kejadian td pagi;
1. Jgn gampang percaya n cerita sama orang lain
2. Untuk nilai sesuatu n ngambil keputusan, ga semudah membalikkan telapak tangan, tp harus dipertimbangin dulu dengan matang, n yg paling penting, tanya Tuhan dulu, gmn pendapatNya
3. Cerita cuma ke org2 yg memang sudah teruji bisa dipercaya, n jangan dengan lawan jenis, apalagi kalo ud punya pasangan, krn, alih2 menyelesaikan masalah, malah jadi buka celah n nambah masalah baru.
4. Suami Takut Istri itu jangan, tapi kalo Suami menghormati dan menghargai istri itu, bolehhh bangeett.. Haha. Kan emang diajarinnya begitu..:p

Jadi inget film Suami-suami Takut Istri, klo yg ini, g demennn, lucu! Haha. Cuma suaminya kelewatan jg ah, ud punya istri masih aja godain ce laen, gmn ga marah istrinya.. Coba klo dibalik, istrinya yg godain co laen, mau ga..huayoooooo, haha.

Gicu d.. cm mw sharing, hbs gregetan sama kejadian td pagi, haha

Keep Holding On

by Avril Lavigne

 

You’re not alone
together we stand
I’ll be by your side
you know i’ll take your hand
when it gets cold
and it feels like the end
there’s no place to go you know i won’t give in
no I won’t give in.

Keep holding on
cause you know we’ll make it through, we’ll make it through
just stay strong
cause you know I’m here for you, I’m here for you
there’s nothing you can say, nothing you can do
there’s no other way when it comes to the truth
so keep holding on
cause you know we’ll make it through, we’ll make it through

So far away i wish you were here
before it’s too late this could all disappear
before the doors close, and it comes to an end
but with you by my side I will fight and defend
I’ll fight and defend
yeah yeah

Hear me when I say, when I say
I believe nothings gonna change, nothings gonna change destiny
whatever is meant to be will work out perfectly
yeah yeah yeah yeah
ladadada,ladadada…

Keep holding on..

Doa Anak Kecil

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya. Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final.Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya.Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.Tiba lah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang.Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 “pembalap” kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa.Matanya terpejam, dengan tangan yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, “Ya, aku siap!”.Dorr!! … Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat.Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. “Ayo..ayo…cepat..cepat, maju..maju” , begitu teriak mereka. Ahha…sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Mark lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. “Terima kasih.”Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. “Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?”.Mark terdiam. “Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan” kata Mark.Ia lalu melanjutkan, “Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain’.Aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah.”Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.Teman, anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua.Mark, tidak memohon kepada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya.Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga ….Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa pesimis dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah dan mudah menyerah.Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang beriman. Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian.Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu semua.Amin[Hidup oleh Roh, Dipimpin oleh Roh, Gal.5:25]

Our Loving Father

by Max Lucado

When my oldest daughter, Jenna, was four years old, she came to me with a confession. “Daddy, I took a crayon and drew on the wall.” (Kids amaze me with their honesty.)

I sat down and lifted her up into my lap and tried to be wise. “Is that a good thing to do?” I asked her.

“No.”

“What does Daddy do when you write on the wall?”

“You spank me.”

“What do you think Daddy should do this time?”

“Love.”

Don’t we all want that? Don’t we all long for a father who, even though our mistakes are written all over the wall, will love us anyway?

We do have that type of a father. A father who is at his best when we are at our worst. A father whose grace is a strongest when our devotion is weakest.